Arkib Kategori: PUISI

MALAM

malam
hadirmu memberi ketenangan
merehatkan sekujur tubuh kepenatan
menanti untuk hari esok

malam
gelapmu diterangi cahaya sang bintang dan bulan
sepimu ditemani sang cengkerik
mendamaikan dikala sendirian

malam
aku terlena dibuai mimpi indah
asyik dan nikmatnya kesejukan dingin
namun
lupakah aku
waktu inilah sepatutnya ku bangkit
bangkit untuk mencari redha ILAHI
bukannya terus hanyut bersama selimut nafsu

Read the rest of this entry

Setahun Dirimu Pergi

setahun dirimu pergi
menemui sang penciptamu
pemergianmu takkan kembali lagi
meninggalkan diriku selamanya

saat dirimu pergi
aku tiada di sisimu
lautan luas memisahkan kita
lewat seminit untuk aku menatap wajahmu kali terakhir

Read the rest of this entry

Puisi : Pada Wajah-wajah Mereka

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

di bilik 1B
di meja kayu senyap
ku duduk perhatikan
pada wajah-wajah mereka

ketawa riang
semanis madu senyumannya
gelagat lucu terhibur
sambil mentalaah kitab

Read the rest of this entry

Puisi : Seng Hui Express

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Puisi ini ditulis ketika saya dalam perjalanan pulang dari Bandar Sarikei ke Tanjung Manis kelmarin. Sebagai bicara pada petang ini terimalah puisiku yang bertajuk : “Seng Hui Express” buatmu…

sore ini jam hampir pukul lima
aku berlari anak
ke pelabuhan express
menunggu penumpang dibirai tebing
sungai rajang luas terbentang

ku lihat
berpusu-pusu mereka masuk ke perutnya
ingin menuju destinasi sendiri

bila ku masuk ke perutnya
ku dengar

Read the rest of this entry

Puisi : Dirimu Permata Berharga

Assalamulaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pembuka bicara pada pagi yang bahagia ini, ku coretkan sebuah puisi buat remaja-remaja yang dikasihi dan dihormati sebagai pedoman hidup dan peringatan untuk diriku, dirimu dan kita semua.

Sebagai seorang remaja yang merupakan harapan kedua ibu bapa, guru, masyarakat dan negara, seharusnya mempunyai sifat-sifat terpuji dan kepimpinan kerana mereka adalah pewaris khazanah alam ini suatu hari nanti. Oleh itu, terimalah puisiku ini kerana Dirimu Permata Berharga.

Read the rest of this entry

PUISI : Nur Lailatul Qadar

nur lailatul qadar

Tanjong Manis, Sarawak.
Ahad
13 September 2009H/ 23 Ramadhan 1430H
http://ibnismail.wordpress.com

PUISI : Menjelang Subuh

ASYIK. Dinihari yang dingin. Udara segar, tubuh kesejukan. Angin berdesik sepoi-sepoi bahasa. Fikiran semakin bersinar. Mengeluarkan buah fikiran jitu. Jari jemari rancak mengungkapkan seberapa rangkap tulisan minda. Agar menjadi kalam bacaan pengunjung. Pengunjung malam atau siang. Semuanya sahabat.

Ketika subuh menjelang, setelah bermunajat kepada Yang Kuasa, Memohon keampunan dan kerahmatan, dari segala noda dan dosa, agar hidup sentiasa diredhai, dimurah rezeki, disenangi segala urusan, agar diri sentiasa dekat dengan-NYA, menjadi hamba kepada Yang Pemurah, yang menciptakan tujuh petala langgit dan bumi, menjadikan siang dan malam, Bukanya menjadi hamba kepada manusia, bukan hamba kepada nafsu, bukan juga hamba kepada syaitan, hidup menjadi lebih bererti. Tahu matlamat dan arah. Semuanya menuju kepada Sang Pencipta, agar bahagia di negeri akhirat.

Read the rest of this entry

Sampai Bilakah ??

Dalam kesepian malam,

Aku berfikir dan merenung panjang,

Tentang kehidupan remaja zaman kini

Sampai bilakah remaja-remaja ini bergelumbang,

Pada irama kehidupan yang menyesatkan.

Sampai bilakah remaja ini terus hanyut,

Dalam kehidupan acuan kebarat-baratan

Sedangkan orang kita,

Hidup penuh dengan adab dan susilanya.

Read the rest of this entry

ENGKAU PERMATA HATI

puisi-kalam-abu-musaddad-21

Bicara Sang Guru…

Suatu ketika dulu

Bicara Sang Guru

Dihirup gelojoh di kedai kopi

Dijemput hormat di kepala majlis

Di pakai santun di segala tubuh

Di simpang kejap dan ketat di kamar minda

Segalanya hikmat dan nikmat

Pada masa kini

Bicara Sang Guru

Diluah-luah bagaikan juadah meloyakan

Terpinggir terperosok tanpa siapa menghirau

Tak lagi sudi jadi penghias santun diri

Bersepai bersepah tak siapa peduli menyimpannya

Segalanya omongan kosong belaka

Dan bicaranya kian tenggelam

Oleh hilang tanggap kemuliaan sejati

Oleh : Yahaya Suip

SMK Linggau, Kota Tinggi, Johor.

Puisi : Kalamku Untuk Kekasih…

Puisi : Ramadhan Al-Mubarak

Bismillahirrahmanirrahim….

Assalamualaikum wbt kepada semua pembaca Kalam Abu Musaddad, renungi dan hayatilah puisi yang dikirim melalui email ana ini yang ditulis oleh saudari HASYUDA ABADI, Kota Kinabalu, Malaysia.

Riuhsepi dingin dinihari
kumamah kalimah mengharap redha Illahi
sepajang hari meletakkan zahiri dan batini
di atas waras iman dijelajahi
Kujelajahi kegelisahan yang dahaga
letih meniti hari mengutuh peribadi
tangkas menepis serangan sendiri
musuh dan lawan mengharum suci
Ketika siap berbuka
kemenangan pula dahagakan cabaran lain
tarawih dan witir menjelmakan insan fakir
khusyuk patuh tunduk ke langit
Ramadan almubarak
semarak kasih Illahi tak kemarau
gemuruh iman menakluk cahaya pedoman
hari-hari melayari kehidupan.

Apa pandangan pembaca terhadap puisi ini ?

Read the rest of this entry

Mencari Keredhaan Allah…

Aduhhh…Kenapa malam ini aku susah tidur..
Jam didinding kamarku sudah pukul 3 pagi..
Kekiri kekanan pusingkan badan, aku menjadi resah..
Ya..hatiku resah…
Lalu aku bangkit dari tilam emput ini..
Menuju ke bilik air untuk membasahkan anggota tubuhku..
Aku basahi tubuhku dengan wuduk..
Kesejukan dan kesegaran air membuatkan hatiku segar…
Sesegar seperti dedaun yang disirami embun pagi…
Read the rest of this entry

Suntikan Warna-warna Semangat…

Bismillahirrahmanirrahim…

Salam semua…Ini adalah puisi yang dikirimkan oleh adik Syarifah Zulikha Idayu Syed Zulkarnain, dari SMK Zainab (2) Kota Bharu, Kelantan Darul Naim melalui email ana.

Katanya puisi ini dituju khas buat semua insan yang bergelar guru…

Wahai guru…
Sinaran budimu…
Bagai cahaya memberi sinar
Anak-anak didikmu
Tanpa tunduk mengalah
Pada karenah dan kesuntukan waktu
Read the rest of this entry
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 142 other followers